Profil & Sejarah Vihara

Mengenal lebih dekat sejarah dan perjalanan Vihara Diepangkaro Panipahan.

Sejarah

Vihara Diepangkaro Panipahan didirikan atas swadaya masyarakat Buddhis Panipahan, baik yang berdomisili di Panipahan maupun perantau asal Panipahan yang tinggal di luar daerah. Pembangunannya berlangsung selama 16 bulan dan diresmikan secara resmi oleh Bupati Rokan Hilir, H. Suyatno, pada Kamis, 31 Maret 2016, menjadikannya vihara pertama yang berdiri di Kecamatan Pasir Limau Kapas. Peresmian turut dihadiri Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, Kapolres Rohil AKBP Subiantoro, Plt Sekda Surya Arfan, anggota DPRD Provinsi Riau Siswaja Muljadi, Kepala Kemenag Agustiar, Ketua MUI Wan Ahmad Saiful, Ketua NU Sakholan M Kholil, serta perwakilan Sangha Agung Indonesia Yang Mulia Bhikkhu Jinadhammo Mahathera — sebagai simbol dukungan lintas agama dan pemerintah terhadap kerukunan umat beragama di Panipahan.

Visi

Menjadi wadah pembinaan umat Buddha di Panipahan dan sekitarnya yang mengamalkan Dharma secara utuh, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Misi

1. Menyelenggarakan kebaktian dan pembinaan rutin bagi umat dari berbagai usia. 2. Melestarikan dan menyebarluaskan ajaran Buddha Dharma di tengah masyarakat. 3. Membina generasi muda melalui kegiatan Muda-Mudi vihara. 4. Menjalin kerja sama dengan organisasi Buddhis lain (mis. Tzu Chi) dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. 5. Menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Panipahan.